Library Picture

RECORD DETAIL
Back To Previous  

Title Garuda terbelit naga: dampak kesepakatan perdagangan bebas bilateral Asean-China terhadap perekonomian Indonesia
Edition
Call Number GEN 0.330.PAM.g
ISBN/ISSN 9799802776
Author(s) Alexander C. Chandra
Daniel Pambudi
Subject(s) Ekonomi
Perdagangan bilateral
Ekspor--Impor
Classification GEN 0.330
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Institute for Global Justice
Publishing Year 2006
Publishing Place Jakarta
Collation 240 hal; 22 cm
Abstract/Notes Buku ini menelaah dampak ekonomis dan pelaksanaan Kesepakatan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA), yang fase pelaksanaan awalnya, atau dikenal dengan sebutan Program Panen Awal (EHP - Early Harvest Programme), telah berlangsung sejak Januari 2004, terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun masa fase awal pelaksanaan ACFTA sudah hampir berakhir, dan selanjutnya akan diteruskan dengan proses penurunan tarif terhadap produk-produk sektor pertanian dan industri, tidak banyak informasi yang tersedia di tengah masyarakat mengenai kesepakatan perdagangan bebas ini. Bahkan sebelum disepakatinya ACFTA, tak banyak bentuk konsultasi yang dilakukan baik oleh Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ataupun oleh pemerintah Indonesia dengan masyarakat Asia Tenggara. Sejumlah kajian memang telah tersedia membahas kesepakatan perdagangan bebas ini. Namun, kebanyakan literaturyang ada masih tersedia dalam bentuk bahasa Inggris, dan cenderung mendukung ACFTA. Buku ini merupakan kajian kritis terhadap ACFTA dan EHP, serta berbagai bentuk kebijakan perdagangan Indonesia, khususnya dalam tingkat bilateral dan kawasan. Pertama, kajian dalam buku ini menunjukkan bahwa pelaksanaan ACFTA akan memberikan dampak negatif terhadap kesejahteraan pelaku usaha kecil di Indonesia, khususnya para petani dan nelayan. Kedua, pemerintah Indonesia sebenarnya tidak pernah mengeksplorasi mekanisme ACFTA dan EHPnya secara penuh sehingga mekanisme perdagangan bebas ini tidak akan pernah mampu membawa rakyat miskin Indonesia dan Asia Tenggara keluar dari kekelaman. Ketiga, ASEAN dan pemerintah Indonesia masih memonopoli kebijakan perekonomian nastonal Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara lainnya. ASEAN dan pemerintah Indonesia langsung melaksanakan proses liberalisasi perdagangan dengan China tanpa melakukan proses konsultasi dan diseminasi informasi terhadap semua pihak di Asia Tenggara. Dengan kata lain, ACFTA tidak pernah secara penuh menjadi cerminan kepentingan ekonomi rakyat kawasan Asia Tenggara ataupun masyarakat Indonesia.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous